Kamis, 24 Januari 2013
Hujan yang kadang reda kadang deras.. sama seperti tubuhku yang kadang kuat ku topang kadang lemah untuk menerima bahwa tubuh juga bisa lemah.
Begitu lemahkah tubuh ini?
Siapa yang tau kalau bukan diriku sendiri?
Apa perlu air mata menetes jika tubuh ini tak mampu untuk bergerak?
Apakah airmata juga bisa menjadi isyarat bahwa tubuh ini tak dapat bergerak?
Banyak pertanyaan yang tyerkadang menjadi hal bodoh untuk orang lain yang mendengarnya, bahkan tertawa... Entah mengejek atau "sebegitu poloskah diriku ini?"
Gemeritik hujan terdengar ditelingaku, hingga badan ini lemah yang kurasakan. Tapi jika kuingat masih banyak yang sangat sangat lemah dariku bahkan tak saadarkan diri karna Koma.
Begitu tak bersyukurnya aku,.??
Yaaa Rabb,. Maafkan aku (Astaghfirullah)..
Hujan januari ini membawa banyak kejadian, salah satunya banjir yang tak kunjung surut di wilayah tertentu.
Hujan yang menjadi berkah untuk para petani terkadang menjadi derita jika tidak dimaknai dengan Nikmat yang telah Allah beri..
Tak ingin kisahku dibuat cerita pendek atau novel, cukuplah menjadi sebuah tulisan untuk beberapa pembaca yang suka menulis.
Tulisan ini menjadi awal untuk ku belajar menjadi sebuah manfaat yang terus akan mengalir.
Entah berapa banyak kata yang mungkin tak "pas" .. (namanya juga belajar, yang salah menjadi awal kesuksesan)
Menjelang sore yang dilalui dengan gerimis mengantarkanku untuk selalu kuat dan mengingat kematian yang tak tau kapan datang. Kematian yang hanya Allah yang Mengetahui.
No comments:
Post a Comment