malam berhembus angin malam, terasa dikulit dingin..
hingga bulu kuduk ini berdiri terbangun,.
kanan kiri pepohonan, tak ada lampu yang menerangi jalan..,
menghabiskan setengah jam perjalanan atau bisa dibilang sekitar 45 menit dengan motor.,
daaerah pedesaan yang asri namun mencekam jika malam datang,.
malam itu aku datang bersama "teman karib",.yang pada awalnya badan iini tak ingin keluar kamar.
tapi karna satu hal yang ingin kubuktikan bahwa aku bisa berteman baik dengannya,.
akhirnya aku pergi,.
sampailah aku ditempat keramaian, ada suara nyanyian yang tak asing ditelingaku,
namun itu membuatku sedikit tak nyaman.
untuk pertama kalinya aku memenuhi undangan ini di pedesaan yang belum kuketahui culturenya
..
berjumpa dengan yang punya undangan, terlihat cantik dengan balutan baju berwarna kuning emas, yang kutahu sebelumnya biasanya duduk dipelaminan dan menunggu tamu, tapi ini tidak.
sang pengantinlah yang berjalan kesana kemari untuk menyambut tamunya..,
terlihat banyak laki-laki yang datang dan itu membuatku risih..
dan mataku tertuju dengan minuman haram, minuman keras. budaya ini yang membuatku tak percaya
bagaimana ini bisa terjadi tak hanya minuman keras, rokok pun disediakan.
hati ini bergejolak,. "Yaa Rabb,..seperti inikah adat/kebiasaan di siini?"
aku duduk terkulai lemas hingga mengantuk, tanda jenuh dan aku ingin cepat pergi dari sini.
waktu berlalu sekitar 20 menit, aku beranjak pergi dan pamit pulang seraya berkata
"pamiit pulang ya..selamat menempuh hidup baru" dan tersenyum,,
menghembuskan nafas lega,setelah pergi dari kerumunan manusia,.
masuk pintu gerbang, hujan rintik-rintik turun,, dan aku berkata dalam hati
"alhmdulillah,tepat waktu..sebelum hujan sudah sampai rumah"
22-12-1434 H
pukul 22:11:05
"Alhamdulillah, kamu udh nyampe, cba klo ga pst keujanan. aku k ujanan"
1 message yang kubaca darinya,.
No comments:
Post a Comment